MODIFIKASI TAPE JADI POTENSI BARU DESA CURAHPOH


35Curahpoh, 21 Agustus 2017 – Orang bilang Bondowoso kota tape. Makanan ini banyak dijumpai di kota Bondowoso dalam berbagai macam bentuk selain sebagai besek tape, makanan hasil fermentasi singkong ini dapat diubah menjadi bentuk lain seperti dodol, tape bakar, wajik, dan sebagainya. Kendati demikian, tidak semua orang menyukai tape terutama dalam wujud besek tape karena rasa dan aroma tape yang menyengat serta bentuknya yang kurang menarik sehingga muncul ide inovasi untuk merubah tape menjadi panganan lain yang jauh berbeda dan lebih menarik. Salah satu jalan inovasi tape adalah dengan membuat tape sebagai isian kue yaitu Kue Gabin. Makanan ini terbuat dari biskuit yang ditumpuk dan di tengahnya disisipi tape yang sudah diberi beberapa campuran seperti susu, tepung, dan gula. Untuk menambah cita rasa, isian gabin dapat dimodifikasi dengan menambahkan rasa stroberi, coklat, dan keju.

                Pembuatan gabin yang mudah dan bahan-bahan komposisinya yang tidak sulit didapat, menjadikan makanan ini sebagai salah satu peluang dan potensi baru di Desa Curahpoh. Desa yang terletak di Kecamatan Curahdami, Bondowoso ini juga banyak memproduksi tape. Salah satu UMKM yang terkenal di Desa Curahpoh adalah Tape 08, namun usaha ini hanya memproduksi besek tape, dodol, dan tape bakar saja. Selain itu, masyarakat Desa Curahpoh hanya terbatas pada produksi tape besek tanpa ada inovasi lain. Oleh karena itu, gabin dapat menjadi salah satu solusi terbaik karena kue gabin bentuknya lebih menarik dan aroma tape tidak terlalu kuat. Hal ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak menyukai aroma tape tapi ingin memperoleh manfaat dan kandungan gizi dari konsumsi tape karena tape tinggi kalsium dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar